Mobiltoyotasurabaya.com – Liburan semestinya meninggalkan kenangan menyenangkan, mulai dari mencicipi kuliner lokal hingga menjelajah situs bersejarah. Namun, bagi sebagian wisatawan, perjalanan justru berubah menjadi pengalaman kurang mengenakkan akibat pencurian. Menurut studi, pencurian sendiri menjadi kejahatan yang paling sering menimpa wisatawan, melansir Travel + Leisure, Kamis (12/2/2026).
Studi memetakan destinasi wisata di Eropa yang paling rawan pencurian, berdasarkan data kriminal lokal, mulai dari pembobolan rumah, pencurian kendaraan, hingga kasus penjambretan dan copet. Bagi para pelancong, memahami risiko di negara tertentu bukan berarti harus membatalkan perjalanan, melainkan cara agar tetap waspada. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai tiga negara Eropa yang secara statistik dan reputasi dianggap paling rawan terhadap kasus pencurian turis di tahun 2026.
1. Italia: Keindahan di Tengah Kerumunan Tangan Panjang
Italia hampir selalu menempati urutan teratas dalam daftar negara dengan tingkat pencopetan tertinggi di dunia. Kota-kota seperti Roma, Florence, dan Milan adalah magnet bagi pencuri karena kepadatan turisnya yang luar biasa.
Di Roma, area di sekitar Colosseum dan Air Terjun Trevi adalah zona merah. Modus operandi yang sering terjadi adalah pengalihan isu. Seseorang mungkin pura-pura menjatuhkan barang, menumpahkan minuman ke baju Anda, atau menawarkan bantuan untuk mengambil foto. Saat perhatian Anda teralihkan, rekan pelaku akan dengan cepat mengambil dompet atau ponsel dari tas Anda. Selain itu, transportasi umum seperti bus jalur 64 yang menghubungkan Stasiun Termini ke Vatikan sering dijuluki “Bus Pencopet” karena saking seringnya terjadi kehilangan di sana.
2. Prancis: Waspada Di Kota Cahaya
Prancis, khususnya Paris, adalah destinasi paling banyak dikunjungi di dunia, yang secara otomatis menjadikannya “pasar swalayan” bagi para kriminal jalanan. Area di sekitar Menara Eiffel, Museum Louvre, dan distrik Montmartre adalah tempat di mana turis paling sering menjadi sasaran.
Modus yang sangat terkenal di Paris adalah “Gelang Persahabatan” atau “Petisi Palsu”. Pelaku biasanya mendekati turis dan mencoba mengikatkan tali di pergelangan tangan Anda secara paksa, lalu meminta bayaran tinggi, atau meminta Anda menandatangani petisi palsu sambil kaki tangan mereka merogoh saku Anda. Di stasiun Metro yang padat, pencuri sering memanfaatkan momen saat pintu kereta akan tertutup untuk menjambret ponsel dari tangan penumpang dan segera melompat keluar ke peron sebelum kereta berangkat.
3. Spanyol: Ketangkasan Di Jalanan Barcelona
Spanyol melengkapi tiga besar negara paling rawan pencurian, dengan Barcelona sebagai titik pusatnya. Jalanan Las Ramblas yang legendaris dikenal sebagai salah satu tempat paling berbahaya bagi tas dan dompet turis.
Pencopet di Spanyol sangat terorganisir dan seringkali tidak terlihat seperti kriminal. Mereka bisa berpakaian rapi layaknya sesama turis atau mahasiswa. Di Madrid dan Barcelona, teknik “Burung Merpati” masih sering digunakan, di mana pelaku menyemprotkan cairan mirip kotoran burung ke baju turis, lalu berpura-pura membantu membersihkannya sambil menguras isi kantong korban. Pantai-pantai populer seperti Barceloneta juga menjadi lokasi rawan; sedikit saja Anda meninggalkan tas tanpa pengawasan saat berenang, barang berharga Anda bisa dipastikan hilang dalam hitungan detik.
Tips Keamanan Esensial Bagi Pelancong
Mengetahui risiko ini tidak seharusnya membuat Anda takut, melainkan membuat Anda lebih cerdas dalam berpakaian dan bertindak. Berikut adalah langkah pencegahan yang bisa diambil:
- Gunakan Tas Anti-Maling: Tas dengan bahan tahan sayatan dan ritsleting yang bisa dikunci sangat direkomendasikan.
- Jangan Mencolok: Hindari mengenakan perhiasan mahal atau mengeluarkan ponsel model terbaru di kerumunan padat.
- Waspadai Ruang Pribadi: Jika ada orang asing yang mendekat terlalu dekat atau mencoba melakukan kontak fisik yang tidak perlu, segera menjauh.
- Simpan Salinan Dokumen: Selalu simpan salinan digital paspor dan asuransi perjalanan di cloud untuk memudahkan pelaporan jika terjadi kehilangan.
Eropa tetap sangat layak untuk dikunjungi. Dengan kewaspadaan yang tepat, Anda dapat menikmati kopi di kafe Paris atau berjalan-jalan di sisa reruntuhan Roma tanpa harus menjadi korban dari statistik kriminalitas jalanan.
