Mobiltoyotasurabaya.com – Kebangkitan pariwisata Indonesia tidak terjadi secara instan. Berbagai kebijakan strategis di gulirkan pemerintah untuk mendorong pemulihan sektor ini, mulai dari pembukaan kembali akses internasional, penyederhanaan visa, hingga promosi agresif destinasi unggulan. Airlangga menilai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil nyata, tercermin dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara.
Lebih dari sekadar angka kunjungan, pariwisata kini berperan penting dalam menopang perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap devisa negara terus meningkat, sekaligus menciptakan efek berganda bagi sektor lain seperti transportasi, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif. Airlangga menegaskan bahwa setiap rupiah yang di belanjakan wisatawan mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai lapisan masyarakat, dari pelaku usaha besar hingga UMKM di daerah.
Mesin Devisa Baru yang Menyerap Jutaan Tenaga Kerja
Salah satu kekuatan utama pariwisata sebagai mesin devisa adalah daya serap tenaga kerjanya yang sangat besar. Airlangga mengungkapkan bahwa sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di desa wisata dan kawasan terpencil yang kini berkembang menjadi destinasi unggulan.
Pariwisata juga dinilai lebih inklusif di bandingkan sektor lain. Banyak peluang usaha yang dapat di masuki masyarakat dengan modal relatif kecil, seperti homestay, pemandu wisata, kerajinan tangan, hingga usaha kuliner lokal. Menurut Airlangga, inilah yang membuat pariwisata memiliki peran strategis dalam mengurangi pengangguran dan memperkuat ekonomi daerah. Ketika pariwisata tumbuh, kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak secara langsung.
Transformasi Destinasi dan Strategi Berkualitas
Pemerintah tidak hanya mengejar kuantitas wisatawan, tetapi juga kualitas. Airlangga menekankan bahwa arah pengembangan pariwisata Indonesia kini berfokus pada wisata berkualitas dan berkelanjutan. Konsep ini mendorong lama tinggal wisatawan yang lebih panjang serta pengeluaran yang lebih tinggi, tanpa merusak lingkungan dan budaya lokal.
Transformasi destinasi pun menjadi kunci. Pemerintah mendorong pengembangan destinasi super prioritas, peningkatan infrastruktur, serta digitalisasi layanan pariwisata. Selain Bali, destinasi lain seperti Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, Likupang, dan Borobudur terus di promosikan agar menjadi magnet baru wisata dunia. Airlangga menyebut di versifikasi destinasi ini penting agar manfaat ekonomi pariwisata tersebar merata dan tidak terpusat di satu wilayah saja.
Tantangan Global dan Peluang Masa Depan
Meski optimisme menguat, Airlangga tidak menutup mata terhadap tantangan global. Ketegangan geopolitik, fluktuasi ekonomi dunia, serta perubahan perilaku wisatawan menjadi faktor yang harus diantisipasi. Namun, ia menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi tantangan tersebut, mulai dari stabilitas ekonomi, kekayaan destinasi, hingga bonus demografi.
Ke depan, pariwisata di proyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh. Airlangga optimistis, dengan strategi yang tepat dan komitmen bersama, pariwisata Indonesia tidak hanya menjadi mesin devisa baru, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
