Cerita Turis Indonesia Kena Penipuan Hotel di Vietnam

Cerita Turis Indonesia Kena Penipuan Hotel di Vietnam

Mobiltoyotasurabaya.com – Salah satu cerita yang paling sering muncul adalah modus pengalihan paksa. Seorang turis Indonesia menceritakan pengalamannya saat tiba di sebuah hotel di kawasan Old Quarter, Hanoi, yang telah ia pesan melalui aplikasi global terkemuka. Setibanya di sana dengan koper berat, resepsionis dengan wajah menyesal mengatakan bahwa ada kesalahan sistem dan semua kamar penuh.

Sebagai solusinya, hotel menawarkan “upgrade” ke gedung mitra yang diklaim setara atau lebih mewah. Namun, realitanya jauh dari janji. Wisatawan tersebut justru dibawa menggunakan motor atau taksi ke gang sempit menuju bangunan yang tidak terdaftar, tanpa lift, AC rusak, dan kebersihan yang sangat buruk. Karena sudah kelelahan dan hari sudah malam, banyak turis terpaksa menerima tawaran tersebut, meskipun harga yang dibayar tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat.

Modus Kamar Penuh Dan Pengalihan Ke Hotel Ilegal

Taktik lain yang sering menjerat adalah penggunaan foto palsu atau foto lama yang sudah diedit sedemikian rupa. Di layar ponsel, kamar tampak luas dengan pemandangan kota yang indah. Namun, saat turis Indonesia sampai di lokasi di Da Nang atau Ho Chi Minh, hotel tersebut ternyata berada di atas ruko bising dengan ukuran kamar yang hanya cukup untuk satu tempat tidur sempit tanpa jendela.

Beberapa oknum juga mendaftarkan properti yang sama dengan nama yang berbeda-beda di berbagai platform. Jika satu akun mendapatkan ulasan buruk, mereka akan menghapusnya dan muncul kembali dengan nama baru. Hal ini sangat mengecoh bagi wisatawan yang hanya mengandalkan peringkat bintang tanpa membaca ulasan mendalam.

Pemerasan Saat Proses Check-Out

Kisah lain yang tidak kalah menyebalkan adalah biaya siluman saat akan pulang. Beberapa turis melaporkan bahwa staf hotel tiba-tiba menagih biaya tambahan untuk hal-hal yang tidak masuk akal, seperti “biaya pembersihan handuk” yang dianggap kotor secara sepihak, atau pajak tambahan yang diklaim belum termasuk dalam harga aplikasi.

Seringkali, pihak hotel sengaja menahan paspor tamu (praktik umum di beberapa hotel di Vietnam sebagai jaminan) dan menolak memberikannya kembali sebelum tamu membayar denda buatan tersebut. Hal ini menciptakan situasi intimidatif, terutama bagi turis yang harus segera menuju bandara untuk mengejar penerbangan pulang ke tanah air.

Tips Agar Tidak Menjadi Korban Berikutnya

Agar liburan Anda di Vietnam tetap menyenangkan, ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan:

  • Baca Ulasan Terbaru: Jangan hanya melihat nilai rata-rata. Periksa ulasan dalam 3-6 bulan terakhir. Jika ada banyak keluhan tentang “kamar penuh” atau “staf tidak ramah,” segera cari alternatif lain.
  • Konfirmasi Langsung: Setelah memesan lewat aplikasi, kirimkan pesan langsung ke hotel melalui email atau fitur pesan singkat aplikasi. Pastikan mereka mengonfirmasi ketersediaan kamar pada tanggal tersebut.
  • Gunakan Google Street View: Cek lokasi hotel secara visual. Jika di Google Maps lokasi tersebut tampak seperti bangunan terbengkalai atau gang yang sangat gelap, sebaiknya waspada.
  • Jangan Berikan Paspor Asli: Jika memungkinkan, berikan fotokopi paspor saat check-in. Jika mereka memaksa meminta yang asli, mintalah tanda terima resmi dan pastikan paspor tersebut disimpan di tempat yang aman.