Mobiltoyotasurabaya.com – Wings Air terus memperluas kemudahan penerbangan di kawasan timur Indonesia dengan membuka rute baru yang menghubungkan Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate (TTE) menuju Bandar Udara Maba – Buli, Halmahera Timur (PGQ). Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas intra Maluku Utara sekaligus membuka akses perjalanan yang semakin mudah dari berbagai kota besar di Indonesia.
Ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro. Rute baru ini dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, armada andalan Wings Air yang nyaman dan sesuai untuk melayani bandar udara di wilayah kepulauan serta rute yang menjangkau setingkat kecamatan/ kabupaten.
Era Baru Logistik Dan Mobilitas Maluku Utara
Provinsi Maluku Utara tengah menyaksikan transformasi signifikan dalam peta konektivitas wilayahnya. Selama puluhan tahun, tantangan geografis sebagai provinsi kepulauan seringkali menjadi hambatan utama dalam pemerataan ekonomi. Namun, pembukaan rute transportasi yang menghubungkan Ternate langsung menuju Maba dan Buli kini menjadi titik balik yang dinantikan oleh warga, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.
Sebelum adanya konektivitas langsung yang mumpuni, perjalanan dari pusat ekonomi di Ternate menuju Maba atau Buli di Halmahera Timur merupakan sebuah perjuangan logistik. Masyarakat seringkali harus menempuh jalur laut yang bergantung pada kondisi cuaca, atau melakukan transit panjang yang memakan waktu dan biaya besar.
Dengan integrasi transportasi yang lebih baik—baik melalui optimalisasi rute pelayaran feri (ASDP) maupun peningkatan frekuensi penerbangan perintis—waktu tempuh yang dulunya memakan waktu seharian kini dapat dipangkas secara drastis. Hal ini memungkinkan pergerakan manusia dan barang menjadi lebih dinamis dan terukur.
Dampak Ekonomi Buli Sebagai Hub Industri
Pentingnya koneksi ini tidak lepas dari posisi strategis Buli sebagai salah satu kawasan industri vital di Indonesia Timur. Sebagai area yang kaya akan sumber daya mineral, Buli memerlukan dukungan logistik yang stabil dari Ternate sebagai gerbang utama provinsi.
- Efisiensi Rantai Pasok: Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Halmahera Timur kini dapat mendatangkan suku cadang, bahan pangan, dan tenaga ahli dengan lebih cepat melalui Ternate.
- Pertumbuhan UMKM: Produk lokal dari Maba, seperti hasil perikanan dan pertanian, kini memiliki akses lebih luas ke pasar Ternate yang lebih padat penduduk, bahkan bisa diteruskan ke pelabuhan ekspor di Bitung atau Makassar.
- Penurunan Harga Barang: Dengan terpangkasnya biaya distribusi, harga kebutuhan pokok di wilayah Maba dan Buli diharapkan dapat lebih stabil dan setara dengan harga di pusat kota.
Pariwisata Permata Tersembunyi Halmahera Timur
Terhubungnya Ternate dengan Maba dan Buli juga membuka tabir keindahan alam Halmahera Timur yang selama ini sulit dijangkau. Kawasan ini memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, mulai dari pantai berpasir putih hingga situs sejarah peninggalan Perang Dunia II.
Wisatawan yang mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate kini memiliki opsi perjalanan lanjutan yang lebih pasti. Mobilitas yang lancar akan mendorong munculnya akomodasi baru seperti penginapan dan jasa pemandu wisata lokal, yang pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor non-tambang.
Sinergi Infrastruktur Udara Dan Laut
Keberhasilan konektivitas ini merupakan buah dari sinergi antara pembangunan dermaga pelabuhan dan revitalisasi bandara. Penerbangan perintis yang melayani rute Ternate-Buli memberikan opsi kecepatan bagi keadaan darurat medis dan urusan birokrasi, sementara jalur laut tetap menjadi tulang punggung bagi angkutan logistik berat dan massal.
Pemerintah daerah berharap bahwa langkah ini hanyalah awal dari integrasi seluruh wilayah “Jazirah Al-Mulk”. Fokus ke depan adalah memastikan jadwal keberangkatan yang konsisten dan pemeliharaan infrastruktur agar koneksi ini tidak hanya bersifat musiman, tetapi berkelanjutan dalam jangka panjang.
Langkah strategis menghubungkan Ternate langsung ke Maba dan Buli adalah bukti nyata bahwa sekat-sekat geografis di Maluku Utara mulai runtuh. Konektivitas ini bukan sekadar pembangunan jalan atau dermaga, melainkan pembangunan jembatan kesejahteraan bagi masyarakat di pelosok Halmahera. Dengan akses yang lebih terbuka, Maba dan Buli kini siap bersinar sebagai motor penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur.
